Selain kegiatan diatas
para ulama juga mengajarkan kepada murid-muridnya menerjemahkan bahasa Arab ke
dalam bahasa Melayu.[4]
Pendidikan islam terus
berkembang setelah para ulama mengarang buku-buku pelajaran keislaman
menggunakan bahasa melayu. Ulama yang berperan antara lain, Hamzah Fansuri,
Nuruddin Al-Raniri, Abd. Rauf singkel dan masih banyak ulama lainnya.
Seiring dengan berkembangnya
zaman, setiap daerah mempunyai istilah untuk lembaga pendidikannya. Di Jawa
lembaga pendidikan islam disebut pesantren, di Aceh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar