bahwa pendidikan islam
tidak membantu pemerintah belanda. Belanda ingin mendirikan sekolah-sekolah
dasar untuk menyaingi pesantren, madrasah,pengajian, dan lembaga-lembaga pendidikan
islam lainnya.
Pada tahun 1900 Masehi
kemunduran pendidikan di Nusantara mencapai puncaknya. Tahun 1925, belanda
mengeluarkan peraturan lebih ketat, bahwa tidak semua kyai boeh mengajar
pengajian. Peraturan ini muncul karena tumbuhnya organisasi pendidikan pada
saat itu, seperti Muhammadiyah, Syarikat Islam, Al-irsyad, Nahdhatul Wathan,
dan lain-lain.masih banyak lagi kebijakan-kebijakan pemerintah Belanda terhadap
bangsa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar